Dua Pengemis Wanita
Aku suka sekali menghabiskan waktu di coffee shop pinggir jalan daripada cafe-cafe di mall, sehingga aku bisa menikmati hilir mudik orang-orang di jalan sambil menikmati suasana sore menjelang malam. Itu kegiatan yang biasa aku lakukan sepulang dari kantor. Alih-alih kurang kerjaan jadinya aku menjelajahi dunia maya sambil sesekali menengok ke jalan untuk refreshing mata yang terus-terusan memandang layar laptop. Cafe ini sudah memikat hatiku bertahun-tahun yang lalu sejak dia mempunyai area hot spot di lantai bawah yang bebas untuk merokok.
Ada pemandangan yang sering aku kenali semenjak aku sering nongkrong disini. Entah dengan teman ataupun ketika aku sendiri, lebih seringnya sih aku sendiri daripada ditemani oleh teman-temanku. Pemandangan yang menarik minatku adalah kedua orang pengemis wanita tua yang sering melewati jalan tersebut. Mereka memang tidak pernah mampir ke cafe ini, mereka hanya lewat. Tapi entah kenapa kedua pengemis itu selalu membuat diriku selalu berhenti sejenak dari segala aktivitasku untuk memandang mereka, sampai sosoknya menghilang dari pandanganku. Salah satu dari wanita itu memegang penyanggah dari besi, berbentuk memanjang datar ke depan seperti paduan kursi dan meja. Sehingga wanita tersebut bisa memegang dengan kedua tanggannya. Jangan suruh aku untuk menyebutkan namanya, karena aku sendiri ga tahu harus menyebut dengan istilah apaan. Wanita dengan penyanggah besi itu memang tidak bisa berjalan tanpa alat tersebut. Bisa-bisa dia roboh dan terjatuh, karena terlihat kedua kakinya lemah. Tampak tak kuat untuk berdiri dengan kedua kakinya. Sedangkan wanita satunya memang sama-sama tua, tapi dia tak memerlukan alat bantu untuk membuatnya bisa berjalan.
Kedua wanita tersebut sering terlihat berjalan beriringan, saling membantu dan menopang. Ketika wanita yang satu sudah berjalan terlebih dahulu, maka beberapa meter di depan dia akan duduk dan menunggu wanita dengan penyanggah itu sampai di tempatnya duduk. Ketika ditanya apakah kedua wanita tersebut memiliki hubungan khusus? Entahlah, aku tak tahu. Yang aku lihat adalah kedua wanita yang saling menopang antara yang satu dengan yang lainnya. Menjelajahi malam dan kejamnya kehidupan. Iba? Kasihan? Miris? Kagum? Itulah perasaan yang aku rasakan ketika memandang mereka. Tak bisa aku bayangkan jika salah satu dari wanita tersebut tak ada, maka wanita satunya tentu akan merasa kesepian. Sudah tak ada lagi yang menemaninya berjalan, menjadi teman cerita, dan akan melalui kehidupan yang berat ini sendiri. Ah.. aku berusaha menepis pikiran burukku itu. Aku tak ingin salah satu dari wanita tersebut menghilang. Sebut saja ini adalah egoisku..
Kenyataan memang tak seindah harapan, saat itu aku baru saja mengantar seorang teman, dan dalam perjalanan pulang aku melihat sosok wanita pengemis itu sendiri. Berjalan dengan alat bantu jalannya dia berusaha berjalan pelan-pelan menyusuri jalan. Aku serasa tak percaya dengan pandanganku itu. Aku memilih untuk berhenti tidak jauh dari wanita itu dan mencari-cari sosok wanita satunya yang selama ini bersamanya. Tapi dia tidak ada, benar-benar tidak ada. Sampai kemudian wanita tersebut melewati tempat aku berhenti. Dan aku hanya bisa tercekat saja memandang wajah wanita pengemis itu. Itu pertama kalinya aku memandang dirinya dari dekat. Dan aku melihat tatapan wanita pengemis terus menerawang ke depan melihat jalan. Sambil tertatih-tatih dan pelan-pelan dia terus berjalan. Ingin sekali pada saat itu aku mempertanyakan tentang teman yang selalu menemaninya. Tapi aku hanya diam dan membisu. Lidahku terasa kelu, dan hanya bisa memejamkan mata ketika sosok wanita tersebut membelakangiku. Seakan-akan langkahnya telah menjawab semua pertanyaan yang berkecamuk dalam pikiranku. Mungkin aku tak perlu mempertanyakannya jika hanya akan membuka rasa sepinya dan rasa sedihnya. Akhirnya aku pun kembali melanjutkan perjalananku dengan hati yang pedih dan sedih karena merasa kehilangan seorang sosok yang selalu menemani sore-sore ku. Meski aku tak pernah mengenalnya ataupun berbicara dengannya, tapi aku merasa kehilangan. Sangat kehilangan…
-chocco-
Antara Ego dan Kejujuran
Menikmati hidup, itu yang sedang aku jalani sekarang. Bertemu dengan karakter-karakter yang unik dan aneh dari makhluk Tuhan yang bernama Manusia.
Baru-baru ini aku menemukan karakter manusia yang lebih mementingkan EGO daripada KEJUJURAN dan PERTEMANAN. Menurut beberapa sahabatku, kadang sebuah kejujuran bisa menyebabkan rasa MALU. Sehingga memegang prinsip “apapun yang terjadi, jangan sampai mengaku tentang hal sebenarnya daripada harus menanggung rasa malu”. Pathetic, itu yang bisa aku katakan terhadap orang-orang seperti itu. Tapi harus aku akui, sifat seperti ini adalah sifat yang mewarnai dunia. Kalo dunia isinya orang baik mulu, kita bisa jadi terlena dan akan terasa membosankan. Makanya diciptakanlah orang-orang yang mempunyai seperti itu untuk mewarnai hidup ini. Di saat EGO menang, KEJUJURAN dan KEBERANIAN bukan lagi jadi PRIORITAS (kata si Jo).
Ck.. ck.. ck.. sudah sebegitu bejatnya kah moral manusia sehingga sudah tidak mempunyai hati nurani lagi terhadap sesamanya.
Well tetep hal tersebut bikin gw heran, buat apa mempertahankan kebohongan yang semua orang juga sudah tahu bahwa dirinya berbohong. Aneh kan? Dengan segala penyangkalan-penyangkalannya yang bisa membuatku hanya menghela nafas panjang.
Munafik? Bukankah semua manusia itu munafik? Aku bukan sosok suci yang mengatakan bahwa diriku bukan seorang munafik.
Kadar munafik dia berlebih? Wah jujur saja bukan aku yang berhak menentukan hal tersebut.
Lalu sapa? Tentu saja Tuhan duonk yang bisa menentukan kadar ke- munafikkan setiap makhluk ciptaan-Nya.
Lalu kita? Ya.. menjalaninya dan menikmati segala permainan yang diberikan oleh Sang Pencipta.
Terkadang emosi kita menjadi campur aduk di dalam permainan-Nya, menjadi tidak terima ketika kita merasa terpojokkan atau dipermainkan. Dan dengan membabi buta menyalahkan orang lain. Hal yang lumrah ketika seseorang merasa terpojok maka dia akan memojokkan orang lain yang menjadi musuhnya. Bertubi-tubi mengirimkan pesan-pesan berisi umpatan, caci maki, rasa tidak terima atas akibat dari hal yang dia perbuat. Padahal kalo dipikir memakai LOGIKA, keadaan terpojokkan itu dia sendiri yang membuat.
Contoh kasus:
Ada si A sedang duduk-duduk santai. Kemudian datanglah si B yang tanpa tendeng aling-aling langsung memukul kepala si A tanpa ada aba-aba ba bi bu, alasan yang dikemukakan oleh si B adalah hanya sekedar ingin memukul saja. Kebetulan si A yang ada disana dan jadi korbannya.
Respon si A ::
· pertama, si A langsung emosi dan memukul si B balik, si B ga terima dan akhirnya terjadilah perkelahian. Yang menurutku perkelahian ga penting.
· Kedua, si A menatap B heran dan menanyakan alasannya, dan si B tidak menjawab malah mengumpat, berlagak sok jagoan dan menantang si A balik. Yang kemudian direspon si A dg ditinggal ngeloyor pergi dan menganggap bahwa si B adalah sosok yang gila dan ga waras. Istilah kasarnya yang “waras” ngalah.
Respon mana yang saya ambil jika saya jadi si A? Tentu saja yang kedua, bagi aku pribadi ga perlu adu jotos-jotosan n emosi yang waste energi. Cukup mendatangi orangnya dan menanyakan apa maksudnya. Selesai dia menjawab dengan jujur dan mengaku bahwa dia bersalah. Masalah selesai n kelar deh, case closed!! Tapi kenyataan yang terjadi berbeda deh, bukannya dikasih kejujuran malah diberi penyangkalan dan ketidakjujuran. Udah gitu ngotot lagi. Wadaw.. dasar manusia SUNEH (Suka Aneh) *ngakak*
Habis ngotot tanpa rasa bersalah, orang tersebut (si B) berbalik menyerang emosi si A dengan segala umpatan kemarahannya. Ya kok untungnya si A ga terlalu menanggapi or terpancing emosinya. Malah dia berkata “Anjing menggonggong Khafilah berlalu serta Silent is Gold”.
Ketika seseorang yang sudah jelas-jelas diketahui bersalah tapi terus-terusan berteriak bahwa dirinya tak bersalah, hanya menunjukkan ketidak berdayaannya melawan kebenaran. Sama seperti ketika seseorang berteriak-teriak dirinya menang padahal kenyataannya dia kalah total, hanya menunjukkan kekalahan yang dia alami. Tapi si A tidak terlalu memusingkan pemikiran antara kalah dan menang karena hal itu bukan dirinya yang memutuskan. Tapi Sang Pencipta lah yang berhak memutuskan siapa yang menang dan siapa yang kalah, siapa yang jujur dan tidak. Si A berkata padaku, bahwa yang sedang dia lakukan adalah mengikhlaskan semua dan menerimanya dengan lapang dada. Lagipula si A memaklumi tindakan si B yang terlalu membela pasangannya meski pasangannya telah melakukan kesalahan terhadap si A. Manusia itu jika sudah kena yang namanya Cinta, maka logika pun tidak akan pernah dipakai. Hanya perasaan dan emosi buta yang ada dalam hati dan pikirannya, begitu kata si A sambil tersenyum.
Orang yang berkata bahwa orang lain tidak lebih dewasa dari dirinya, justru menunjukkan bahwa dirinya lah yg kekanak-kanakan dan tidak dewasa. Mungkin satu pertanyaanku untuk orang-orang yang merasa dirinya lebih dewasa ataupun memutuskan bahwa orang lain itu childish n masih perlu belajar lagi soal kedewasaan.
“apakah kalian Tuhan, sehingga kalian berhak memutuskan bahwa orang lain itu dewasa dan tidak? Lebih penting mana, EGO atau KEJUJURAN?”
Aku mungkin bukan orang ya percaya dengan agama, tapi aku adalah orang yang percaya terhadap Tuhan dan adanya Kitab Suci. Puji Tuhan Alhamdullilah, aku dikarunai oleh sahabat-sahabat dekat yang selalu ada ketika aku jatuh dan susah. Selalu bersama saling melindungi antara yang satu dengan yang lain. Memang mencari teman dan musuh itu gampang, tapi mencari sahabat yang ada ketika kita jatuh itu yang susah.
-chocco-
Eksistensi konyol
Terlalu banyak berpikir tentang eksistensi diri sendiri. Dan selalu mempunyai ambisi untuk membuktikan tentang eksistensinya hanya menyebabkan pembodohan dan kekonyolan saja.
Baru-baru ini aku menjumpai seseorang yang membuatku sering mengernyitkan alis mataku alias bikin heran. Memang baru beberapa bulan aku mengenalnya dan berjumpa dengannya sekali. Radar “bad feelin” sudah aku rasakan semenjak awal pertama kami berkenalan dan bercakap-cakap. Hanya saja karena aku baru saja mengenalnya, jadi aku agak sedikit tidak memperdulikan feelin ku itu. Akhir yang bisa ditebak, secara tanpa sadar dia sudah menunjukkan eksistensi tersembunyinya yang akhirnya malah jadi kebablasan *tau begini kan aku lebih menuruti my feelin deh*. Biasa kalo aku mempunyai “Bad feelin” jika kenalan ama orang, secara otomatis langsung jaga jarak. Kenal boleh, tapi untuk jadi teman apalagi teman dekat, “wait a minute” deh yaaaa.
Mungkin jika kekonyolannya tidak menyungging eh salah.. menyinggung *ini baru bener* tentang my partner, aku bisa saja cuek dan ga begitu peduli dengan segala omong kosongnya. Tapi ucapan tong sampah yang keluar dari mulutnya itu benar-benar seperti tong kosong nyaring bunyinya. Bagaimana tidak? Semua ucapannya yang berhubungan dengan my partner, selalu dibuat-buat dan hanya omong kosong saja. Dengan pongahnya seakan menyatakan padaku bahwa dia lebih tahu tentang my partner daripada diriku sendiri. Contoh kecilnya deh ya, dia mengatakan bahwa hari ini jam ini dia bersama my partner. Sedangkan pada waktu yang dia sebutkan, aku sedang telpon-telponan dengan my partner yang jelas-jelas my partner sedang tidak bersama dia. Ketika aku meng”counter” pernyataannya *cieee.. emangnya counter strike*, dia dengan tertawa mengatakan bahwa kemungkinan orang yang sedang aku telepon itu bukan my partner. Dan lagi-lagi aku menjadi heran dengan perkataannya. Ini orang “psycho” ato “konyol” sih?. Itu hanya salah satu contoh saja deh ya.. kalau mau dikasih contoh yang banyak, ada noh sms-smsna yang tersimpan di inbox yang suka bikin gw ngakak-ngakak kalo baca.
Setelah itu aku membahasnya dengan my partner *memang my partner juga kenal dengannya*, dan percakapannya jadi seperti ini. (Mipi = partner saya, Dipi = saya)
Mipi : Yank.. mending kamu jaga jarak aja deh ama dia, percuma aja nanggepin dia. Orang kayak dia itu semakin ditanggepin, semakin ngelunjak aja. Aku aja jaga jarak koq ama dia, karena semakin hari koq dia semakin ngeri aja. Selain itu aku juga jaga perasaan pasangannya lah.
Dipi : ya aku cuma negasin aja gitu loh, biar dia itu tahu batas sama kamu.
Mipi : ya kalo gitu kamu ga usah panjang lebar. Ngomong aja gini Yank “udah kamu urus aja pasanganmu yg lebih butuh kasih sayang n perhatian, daripada ngurusin sasa”. Dan kalo dia sms balik n ngoceh apa aja, ga usah dibales. Biarin saja.
Dipi : gitu ya Mip?
Mipi : Iya lah. Lagipula dia itu dari dulu seperti itu, sangat berambisi pengen nunjukkan bahwa dia seorang pemimpin yang berwibawa dan bertanggung jawab. Dan memang kadang suka lebay (berlebihan) kalo cerita. Padahal kenyataannya ya ga seperti itu.
Dipi : tapi masa sampe cerita kudu lebay gitu Mip? Koq dia seperti itu ya Mip?
Mipi : ya aku ga tahu Yank.. lah wong aku bukan dia kok. Udahlah Yank.. cuekin aja. Yang penting hubungan kita ga kenapa-kenapa. Dan kita saling percaya. Aku takutnya dia tuh pengen ngehancurin hubungan kita dengan merusak rasa saling percaya kita.
Selesai pembicaranku dengan cintaku tersebut, aku pun terdiam dan berpikir. Yak kali ini pikiranku kembali menjelajah untuk menganalisa sifat manusia *one of my fave*. Dan akhirnya sampai dalam satu kesimpulan, eksistensi sih boleh-boleh saja asal ga berlebihan yang malah akan menyebabkan dia sendiri jadi konyol, atau bisa juga menyakiti orang lain hanya agar dia diperhatikan oleh orang sekitarnya. Orang yang kurang bereksistensi juga ga baik, karena dia jadi sangat rendah diri *ga PeDe-an* di masyarakat n ga dapet perhatian dari masyarakat. Jadi lebih baik menjadi orang yang sedang-sedang saja, menurutku sih begitu.
Buat penganut eksistensialisme, mohon maaf ye kalo tersinggung dg tulisan ini coz aku ga begitu mengerti tentang teori eksistensi sendiri, karena aku bukan penganut eksistensialisme. Saya penganut aliran sedang-sedang saja deh. Ga mau jadi takabur hanya untuk sebuah eksistensi diri. Sehingga akhirnya menjadi orang yang suka mengarang cerita *membual* hanya untuk menunjukkan eksistensi diri. Amit-amit jabang bayi *ketok-ketok meja kayu 3x*
Old Friend
Pfff… aku baru saja menghempaskan badanku pada sebuah sofa, memesan hot choccolate dan calamary fried pada seorang waitress wanita yang bergegas menghampiriku dengan daftar menu. Sejenak setelah waitress itu pergi, aku segera mengambil laptopku dan memulai bermain internet sembari menunggu seorang teman lamaku yang kebetulan sedang berada di Surabaya.
Teman : udah lama?
Aku : juz arrived n checking some emails..
Teman ku itu lalu mengambil duduk di sofa yang berhadapan denganku. Nothing change with her, kecuali perubahan-perubahan penampilan kecil disana sini.
Teman : so.. How’s Bandung?
Aku : hmm.. interesting even I have to go to Hospital *kataku sambil nyengir*
Teman : Met Her?
Aku : Nope, she’s at Lombok. Have some vacation with her frens before. Afterall, aku juga ga janjian untuk ketemuan dia.
Teman : hmm.. ic.. and.. ur feelin now?
Aku : hmff.. I will wait for her.. sampai rasa kesabaran dalam diriku ini habis. Kalau memang sudah “mentok” dan dia belum kasih kepastian. I will leave her.
Teman : what about ur other frens think about it?
Aku : as ussuall.. lebih banyak masukan negatifnya daripada masukan positif.
Teman : and ur respon?
Aku : sempat membuatku down a lil bit, but when I’m thinkin about it again and use my logic think. Aku tidak mau menyerah dulu. Try to be optimist!
Temanku pun tersenyum mendengar perkataanku.
Teman : Long time no see you and you have a big change on you..
Aku : Do I? I dun even realized that. Perubahan apa?
Teman : chocco that I known before is not the same with chocco that I’ve seen rite now.. rite in front of me now. People changes Cho.. Dan perubahan yang terjadi pada dirimu sekarang ini suatu step yang bagus untuk kedewasaanmu. Kamu dulu aku kenal sebagai orang yang sangat tidak sabaran, jarang pernah berpikir pakai logica, dan sangat childish. Well.. pengalaman membuatmu belajar ya..?
Kami pun tertawa bersama dan mencoba menikmati senja dengan pemandangan lalu lintas yang sangat indah. Sudah lama kami berdua tidak pernah berbincang-bincang seperti ini.
Teman : kamu meminta bertemu ini, bukan hanya sekedar ingin berbincang-bincang ala kadarnya kan?
Aku : yep.. I’m goin to jakarta next week. Have some bussiness trip n i’m gonna meet her there.
Teman : good then. Kalian sudah janjian sebelumnya?
Aku : yes we did. But…
Teman : but?
Aku : there is something that I’m scare about.
Teman : What is that?
Aku : I dunno.. listen.. She is a pretty girl from a rich fams, she can do anything and have anything she wants. Dibandingkan denganku.. sepertinya jauh sekali.. mungkin aku merasa minder saja.
Teman : hmmfff.. ga seluruhnya benar.. you always got what you want from ur parents and they can afford it to you. And your face is quite sweet for me. I think everybody here will agree with me.
Aku : yeah but.. masih banyak Butchie better than me and like her.. Why she choose me? Why she like me?
Teman : She havent choose you.. yet..
Aku : ok not choose.. but she give me a hope.
Teman : everyone has rights to have a hope rite? So does you Cho.. do you know why you like her?
Aku : No.. I dont even know why I like her.. I mean.. she is not even my type, too girly, too femme, too preety, childish, spoil girl, younger than me, selfish and, stubborn.
Teman : Yes.. She’s definetly not your type. Thats why I wondering.. why u like her? Why you choose her? Can you answer that?
Aku : I dont know.. I dont even can answer ur question.
Teman : aku hanya membalikkan kata-katamu dan kamu sendiri tak dapat menjawabnya kan? Lalu kenapa kamu harus bertanya-tanya hal yang kamu sendiri tak dapat menjawabnya. Hmfff.. Listen.. Not everything in diz world has da answer by words.. sometime the answer is by the feeling that you feel..
Aku : hmm.. yeah.. your rite.. btw.. why you are rarely give a comment about Sasa on me. I mean.. when I’m so confused with her attitude or anything.
Teman : I want you to get some learn.. To more understanding other people feelin and especially the person that you love so much. Lagipula, aku tak ingin kamu terpengaruh oleh pikiran-pikiranku. Sehingga kamu sendiri ga bisa membuat keputusan untuk dirimu sendiri. Dan so far.. kamu sudah menunjukkan langkah-langkah yang bagus dalam dirimu untuk peka terhadap perasaan orang lain.
Aku : iya.. hubungan ini hubunganku dan sasa… jadi semuanya tergantung bagaimana aku dan sasa nantinya. Bukan orang lain yang menentukan bagaimana hubungan kami.
Teman : well.. You already got the answer then.. anyway jangan merasa minder dengan sasa. Pasti ada suatu alasan dari diri Sasa kenapa dia memilihmu untuk menjadi pasangannya. Padahal masih banyak orang-orang di luar sana yang lebih baik darimu. Dan hanya sasa yang tahu jawabannya bukan aku, coz I’m not Sasa.. Satu pesanku padamu Cho. Jika saat “itu” datang.. Jaga dia baik-baik ya. Meski aku belum pernah bertemu dengannya ataupun mengenalnya. Tapi aku percaya dia tipikal orang yang tidak suka mempermainkan perasaan orang lain. I’ll go first ya..
Aku : Do we’re gonna meet again..?
Teman : I dunno know.. kalau memang kita jodoh.. kita pasti bertemu lagi Cho..
Aku hanya tersenyum mendengarnya berkata seperti itu dan kemudian aku menatap punggungnya yang semakin menjauhi tempat dudukku. Long time we’re not see each other my friend.. but once we met, there is somethings that we’ve learn each other.. see you next time my old frens..
Tragedi beli tiket
Kencan nontonku kali ini bersama Anya adalah menonton The Mummy 3 Tomb of the Dragon. Tadi siang aku di kantor ga sengaja melihat iklan bioskop di koran yang aku baca. Begitu melihat The Mummy udah main di Surabaya, secepatnya aku segera online Messenger untuk mencari Anya *ini komunikasi yang lebih sering kami lakukan selain telepon dan sms*.
Aku : Mom.. The Mummy udah main tuh! Nonton yuk?
Anya : iya ta? Masa?
Aku : makanya check dunk *maksudnya check di www.21cineplex.com*
Anya : check.. check..
Aku : iya aku juga lagi coba buka nih.
Anya : di XXI buka 2 studio Cho.. jam 18.45 ama 19.15. ambil yang jam 7an
Aku : Ok. XXI TP Yak
Anya : ntar kamu jemput aku yo.. kita bawa 1 kendaraan aja.. dan kamu yang beli tiket.. huehehehehe
Aku : Dasar..
Setelah berchit-chat ria dan menentukan jadwal serta bioskop yang akan kami tempati. Aku segera menancap gas untuk membeli tiket. Di dompet aku melihat uangku masih 30rb sekian, cukup untuk biaya tiket 2 orang plus parkir.
Sesampainya di XXI, antrian ga begitu panjang. So aku sih dengan nyantainya mengantri dan mendengarkan music. Begitu sampai di depan meja, aku pun mulai membeli tiket dan mencari tempat duduk. *Kebiasaan aku dan Anya adalah duduk di tengah dan samping jalan pas, karena kita tujuannya untuk menonton, bukan untuk pacaran*
Aku : The Mummy jam 19.15 ya mbak, buat 2 orang.
Kemudian penjual tiket mulai mengatur tempat duduk di layar komputer.
Aku : Cash.
Penjaga Tiket : The Mummy untuk 2 orang, 60ribu mbak.
Gubraaakssss
Aku : Lho.. ga 30rb mbak?
Penjaga Tiket : 60ribu mbak, ini hari Jumat. Per tiketnya 30 ribu.
Aku pun melihat screen harga yang tertera di XXI, seharusnya aku melihat screen itu dari tadi. Ga sibuk lihatin screen thriller movies. Dasar codok deh..
Aku : waduh.. credit aja deh mbak *sambil mengeluarkan kartu*
Penjaga Tiket : aduh mbak.. ga bisa.. ini sudah di printed tiketnya.
Aku : *berpikir* ok.. mbak ini 30ribu, mbak bawa dulu duit sama tiketnya. Saya ke ATM dulu ambil sisanya. Nanti saya kembali.
Aku pun bergegas keluar mencari ATM terdekat. Sembari jalan aku menelpon Anya.
Anya : ha?? 60ribu?? Masa udah naik??!!
Aku : mbuh.. (ga tahu) tadinya mau pake kartu aja coz di dompetku Cuma ada 30ribu. Tapi kata penjaga tiketnya ga bisa coz tiket udah di printed.
Anya : Lho??! Seharusnya kan ga boleh tuh di printed duluan. Kita bayar dulu baru di printed.
Aku : ga tahu deh.. lagian udah terlanjur juga. Nih aku lagi nyari ATM.
Anya : oh iya!! Ini kan hari jumat ya! Makanya tiketnya 30rb.
Aku : lho bukannya itu hari sabtu n minggu aja Mom?
Anya : ngga.. kalo di XXI jumat, sabtu, minggu. Kalo pake paspor BCA buy 1 get 1.
Aku : oh pantes.. dua orang di depanku tadi bayarnya cuma 30ribu. Soalnya aku lihat dia tadi pake kartu BCA. Ya udah lah, ini aku udah di ATM.
Anya : Ok.. bye..
Aku : bye..
Sekembalinya dari ATM, antrian XXI lebih panjang dari sebelumnya. Dari yang awalnya cuma 2 loket, jadi 3 loket. Lagi-lagi aku kembali mengantri, membiasakan diri disiplin mengantri. Dengan penuh kesabaran menanti giliran sambil mendengarkan musik dari ponsel.
Mungkin lain kali biar ga apes, aku harus sering liatin screen harga tiket waktu mengantri. Jadi bisa nentuin cash or credit. Jadikan pengalaman aja kali yaa
Uncontacted
Malam ini aku baru saja menuntaskan salah satu film yang aku dapatkan dari liburan bandung kemarin. Film buatan jepang yang cukup menarik untukku. Dan kemudian aku memutar lagu yang pernah dikirimkan oleh cintaku, judulnya So Special. Kemudian aku membuka-buka kembali chat files antara aku dan cintaku. Chat-chat ringan yang kami lakukan, debat-debat ringan hingga debat-debat berat yang menyebabkan kami bertengkar. Sudah seharian ini dia uncontacted, beberapa hari yang lalu juga pernah kejadian uncontacted ini. Dalam pikiranku, apakah karena dia merasa terganggu dengan mantan pacarnya yang akhir-akhir ini meminta untuk kembali? Atau memang dia tidak ingin dihubungi oleh siapapun? Dan bisa jadi dia berada di suatu tempat yang sinyal operator telepon disana suka naik turun hingga hilang. Ya pikiran-pikiran itu terus berkecamuk dalam otakku.
Sudah beberapa hari ini memang aku mencoba untuk tidak menghubunginya. Bukan karena apa-apa, tapi dia pernah bilang padaku bahwa dia ingin menyendiri berada di suatu tempat yang jauh. Aku menghormati keinginannya itu. Sehingga aku mencoba untuk tidak mengganggunya, baik dengan telepon atau sms seperti yang biasa kami lakukan. Setiap orang punya privacy, begitu juga dengan pasangan kita. Beberapa sahabatku mencoba mengatakan hal yang negatif tentangnya, seperti disana cintaku tak pernah memikirkanku sama sekali ataupun cintaku sedang bersama orang lain, dan lain sebagainya yang jika aku makan mentah-mentah bisa membuat hubunganku dan dia bisa semakin jauh.
Percayakah aku padanya? Aku pun tak tahu kawan. Bagaimanapun semua prasangka itu, aku anggap wajar. Hanya saja aku mencoba untuk memberi kepercayaan kepada cintaku yang sedang menikmati kesendiriannya. Aku mempercayai ceritanya bahwa dia sedang menikmati kesendiriannya dengan teman-temannya semasa SMA. Meski hal itu membuat hubunganku dan dia menjadi uncontacted beberapa kali selama dia menikmati kesendiriannya, asal dia bahagia dengan apa yang dia lakukan maka aku pun merasakan hal yang sama.
Anggap aku bodoh, anggap aku naif. Tapi aku menikmati apa yang aku rasakan ini. Meski terkadang ada rasa-rasa asam dari rasa-rasa manis yang harus aku kulum. Tapi setidaknya aku masih bisa bersyukur dapat merasakan rasa-rasa asam daripada tidak sama sekali.
Rasa Malam ini
Rindu ini datang lagi, selalu menyergapku dalam keheningan dan kesunyian malam yang menemani hari-hariku. Bayangannya selalu menari dalam setiap pikiranku, hingga setiap detik waktu yang berdetak. Wajahnya yang tersenyum manis, wajahnya yang terkadang manyun, tingkah lakunya yang manja, dan egois itu selalu membuat seurat sunggingan senyum pada bibirku. Telingaku seakan berdenging, merindukan celoteh-celotehnya yang renyah. Lagu-lagu pelan kesukaan kami berdua selalu mengiringi larut malamku.
Jantungku selalu berdebar setiap aku merindukannya. Sungguh aku tak bisa melepas bayangmu akan diriku. Entah apa dirimu juga merasakan hal yang sama padaku. Entah dirimu juga merindukanku diseberang sana.
Jarak. Lagi-lagi soal jarak. Yang membuat kami tak bisa saling melepas rasa rindu. Bagi dia jarak bukan masalah, begitu juga dengan diriku. Mungkin bukan jarak dalam arti sebenarnya, tapi jarak dalam arti kiasan.
Aku sangat merindukanmu sayang, bukan hanya malam ini saja. Tapi dalam setiap hembusan nafasku, aku merasakan rasa rinduku padamu. Dan ketika kita akan saling bicara nanti, hanya satu kalimat yang ingin kuucapkan padamu…
I
M
I
S
S
Y
O
U
My Smart Beauty
Sapa namanya?
Kalimat itu yang muncul ketika aku sedang menikmati waktu hang out dengan beberapa sahabatku. Dengan sedikit bercengkerama, bercanda, mengamati manusia yang lalu lalang dan menikmati secangkir kopi.
Sasa
Ya… sosok itu yang menyita perhatianku akhir-akhir ini. Sosok yang orang bilang Unpredictable, katanya sih begitu. Semua serasa out of the blue, suatu obrolan kecil dan ringan memulai semua itu. Bahkan semula aku bersikap acuh tak acuh padanya, terkesan jutek, begitu katanya. Dan aku hanya tersenyum mendengar penilaiannya tentangku.
She is not ur type
Ya.. kata-kata itu beberapa kali mampir padaku ketika beberapa sahabatku mengomentarinya. Memang benar, dia jauh sekali dengan tipe wanita yang aku sukai. Seumuran, egois, manja, mbencekno, bawel, dan segudang hal yang sebenarnya tidak aku cari pada wanita untuk aku jadikan pasangan. Tapi aku pun begitu sulit menguraikan kata-kata pada sahabat-sahabatku mengapa aku tertarik padanya. Seperti ada sesuatu pada dirinya yang membuatku harus memperhatikannya. Dan aku hanya bisa menjawabnya…
She is unique
Beberapa sahabatku pun mulai mengernyitkan alisnya mendengar pengakuanku. Secara fisik dia definetly not ur type Chocco, too femmeh dan lain sebagainya. Well guys.. aku menyukainya bukan karena fisiknya or what, tapi karena ada sesuatu yang unique dalam dirinya.. she just unique..
Dan komitmen kalian…?
Huff.. aku harus menarik nafas dalam-dalam untuk menjawab pertanyaan ini. Dan dengan tersenyum aku menjawab, bahwa aku dan sasa sudah membicarakan hal ini. Betapa aku dan dirinya seringkali berdebat mengenai masalah ini. Dan akhir dari perdebatan kami adalah kami berdua mencoba untuk memperbaiki hubungan ini bersama-sama. Entah apa sebutan hubungan ini bagi kami…
So.. gantung lagi nih…?
Maybe.. I dont know.. I juz try to let it flow..
Mau sampe kapan..? she juz play at you! juz leave her!
Hmm.. entahlah.. aku sendiri ga bisa menentukan… hanya Tuhan yang tahu… lagipula hubungan ini antara diriku dan dirinya.. bukan diantara kalian.. apapun keputusanku adalah berdasarkan apa yang aku rasakan terhadap dirinya…
jadi?
I will wait for her.. till the rest of my feelin is empty…
let it be
“mungkin ga akan pernah habis kata-kata dalam melukiskan perasaan yang namanya cinta”
pagi ini aku memulai hari ku dengan bangun pagi dan membuat secangkir kopi hangat, dicampur dengan cream.. aku pun memulai dunia mayaku dengan email dan membaca beberapa blog.. sambil menunggu jam kuliah yang 4 jam lagi masih baru dimulai..
Cinta yang dia berikan memang berbeda meski secara logika itu adalah hal yang semu..
Tapi aku tak pernah merasa bahwa apa yang dia berikan adalah hal yang semu.. mungkin baru sekali ini aku merasakan cinta yang sesungguhnya.. cinta dari seseorang yang benar mencintaiku apa adanya..
Gee..
apa yang bisa aku katakan padamu adalah rasa terima kasih atas semua yang sudah kamu berikan padaku..
semua kenangan yang sudah kamu berikan akan selalu ada dalam diriku..
aku tak pernah menyesal dengan semua yang sudah kita lalui..
aku senang bahwa dirimu baik-baik saja..
aku senang bahwa dirimu masih tetap menyimpan cintamu untukku
aku senang bahwa diriku bisa membuatmu menjadi lebih baik dari sebelumnya..
kamu mengatakan bahwa semuanya tidak sama lagi dengan yang dulu.. seperti waktu kita bersama..
kehampaan yang kamu rasakan ketika kita tidak lagi bersama.. aku pun juga merasakan..
kamu merasa kehilangan.. aku pun merasa kehilangan.. tapi tidak ada yang berani melangkah maju untuk mengubah semua ini..
aku masih mengingat masa-masa dimana kamu mengatakan penyesalanmu.. permintaan maafmu… kesendirianmu.. rasa tangismu..
aku mengerti sayang… aku sangat mengertinya..
meski sekarang kita tak lagi bersama.. meski sekarang kita hanya mampu menyimpan perasaan kita masing-masing ini.. tapi aku sudah cukup senang dengan semua itu..
have faith ya sayang.. jalani kehidupanmu seperti biasanya.. seperti waktu kita masih bersama.. aku disini masih tetap mendoakan yang terbaik untukmu.. itu kata-kata terakhir yang aku ucapkan padamu..
let it be.. let it all be with the wind.. let it all our past be the past..
our future.. will be our future..
Gee : if u miss me.. i miss u more Hon..!!
Me : if u miss me.. i miss u more than u thought..!!
Gee adalah Gee.. sosok manusia biasa yang tak pernah luput dari kesalahan..
dan yang patut aku syukuri.. Gee adalah seseorang yang tak pernah lupa untuk mengakui kesalahannya dan mempunyai kemauan untuk berubah menjadi diri sendiri yang lebih baik dari sebelumnya..
Semua itu akan dilaluinya dengan pengorbanan yang dia lakukan….
my other blog
i have my other blog..
http://leaudeciel.blogspot.com
so klo gw ga ngetik disini ya gw ngetik disana kwkwkwkwkwkw
-
Arsip
- September 2008 (3)
- Agustus 2008 (3)
- Juli 2008 (2)
- Mei 2008 (2)
- Maret 2008 (1)
- Oktober 2007 (1)
- September 2007 (2)
- Agustus 2007 (7)
- Juli 2007 (4)
- April 2007 (3)
- Maret 2007 (1)
- Februari 2007 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS

