.::..L`eau de CieL..::.

My WoRLD… My LiFe… aND My BLoGs…

Film yang kutemukan

L word…
Suatu serial film yang diproduksi oleh salah satu perusahaan film di Amerika dan menceritakan tentang kehidupan beberapa Lesbian yang tinggal di Los Angeles dan mereka saling berinteraksi dengan segala intrik, konflik, cinta, dan segala macamnya.
Querr as A Folk
Suatu serial film yang di produksi oleh perusahaan yang sama dengan produser film L word. Dari isi film tidak jauh beda dengan L Word, hanya saja Querr as A Folk menceritakan tentang sisi Gay nya.

Dan gw secara pribadi lebih menyukai Querr as A Folk daripada L Word. Karena dari segi cerita, Querr as A Folk lebih bagus dan lebih menarik bagi gw meski gw seorang lesbian (ga peresss). Dalam Querr as A Folk gw sangat menyukai sosok Bryan, just remind you all that I`m still a Lesbian, but nge fans sama cowok kan ga terlarang. Toh hanya sekedar ngefans saja, ga naksir :P p

Munculnya L Word dan Querr as A Folk di Indonesia via DVD, membuat dunia perfilman Indonesia semakin sering dijumpai film-film DVD yang bertemakan LGBT. Meski tidak banyak orang heteroseksual yang tahu tentang film-film tersebut namun untuk kalangan homoseksual sendiri, film-film tersebut banyak dikejar baik original atau versi bajakannya. Bahkan salah satu teman gw rela beli dengan harga mahal via internet film bertemakan Lesbian yang sudah jarang dijumpai di Indonesia. Mungkin kita harus berterima kasih pada teknologi untuk masalah ini. Gw mempunyai film bertemakan LGBT ketika gw masih menginjak SMP. Bisa dibilang gw adalah movie fans meski ga nge fans-fans amat, tapi gw lebih menyukai nonton film lepas daripada sinetron ga jelas di TV. Pas SMP gw mempunyai langganan rental VCD dan sudah akrab ama yang punya rental. Bahkan gw selalu mendapatkan referensi film-film baru dari dia atau ketika ada dia mempunyai film baru dan sekiranya gw tertarik maka sudah dipastikan gw mendapatkan giliran pertama yang menyewa *VVIP gt lhooo* Semua film yang gw tonton pada waktu itu masih film-film umum. Dari hollywood hingga bollywood. Hingga suatu saat iseng gw kumat dengan meminjam VCD india dengan judul FIRE, karena sudah ga ada film baru lagi yang bisa gw tonton dan gw butuh hiburan di rumah. Awalnya gw ga merasa FIRE itu film yang menarik, karena covernya yang jelek dan ga menarik, ga seperti VCD india pada umumnya. Cuma karena ga ada tontonan lain ya terpaksa. Dan setelah cek dan ricek, eng ing eng… diz is a lesbian movie dan itu adalah pertama kalinya gw nonton film dengan tema homoseksual. Dan beberapa tahun kemudian rental itu mau tutup sehingga dia menjual beberapa filmnya dengan separuh harga. Bisa ditebak, FIRE its in my hand rite now. Dan beberapa tahun kemudian gw memberikan film tersebut to my butch fren yang sangat menyukai FIRE.

gw mungkin bukan seseorang yang maniak dengan film yang bertemakan LGBT. Karena semua koleksi film-film gw yang bertemakan LGBT aku dapatkan secara tidak sengaja atau pas kebetulan gw lagi iseng hunting film di Pasar Atom, jadi tidak bisa dibilang koleksi gw banyak. Film kedua yang gw temukan ketika tidak sengaja jalan-jalan ke Tunjungan Plaza bersama teman-teman gw yang Lesbian. Waktu itu kita iseng ke stand DVD untuk melihat-lihat film. Dan guess what? gw nemuin film If This Wall Could Talk 2 yang sering sekali digembor-gemborkan oleh my frens sebagai film bertemakan Lesbian yang bagus banget. Ga usah berpikir panjang lagi akhirnya gw dan beberapa teman gw urunan untuk membelinya saat itu juga. Dan sekali lagi gw merelakan film itu untuk dibawah salah satu teman gw. Yang penting bagi gw, gw sudah menonton (do I look mind for that? :P p)

Jujur saja gw lebih menyukai film bertemakan LGBT yang made in luar negeri daripada produk lokal. Karena menurut gw ceritanya lebih menarik dan akting yang mereka lakukan lebih bagus dan berani. Sedangkan kita lihat sendiri, film-film LGBT yang produk lokal masih ARISAN saja yang menurut gw terbilang cukup lumayan dibandingkan Detik Terakhir atau film-film lainnya. Untuk Detik Terakhir, gw menyukai tema Lesbiannya dan akting pemerannya tapi apakah memang harus dibarengi sama drugs? Koq sepertinya homoseksual ga jauh-jauh amat dari seks and drugs. Yah gw lebih mikirnya ke arah sudut masyarakat umum yang ga tahu apa-apa tentang homoseksual, kan jadinya di cap jelek. Yah.. setidaknya untuk akhir-akhir ini di industri persinemaan Indonesia sendiri sudah lumayan banyak dijumpai film dengan unsur LGBT walau masih kurang greng dibandingkan produk luar.

peace all ^__^

-chocco a.k.a L`eau-de-CieL-

Agustus 11, 2007 - Ditulis oleh pockychocco | chocco`s write | | & Komentar

& Komentar »

  1. bagusan film cookies di SCTV … indonesia banget … hehe

    Komentar oleh aRai | Agustus 16, 2007 | Balas

  2. gw jg seneng ma film lesbian dan gw juga lesbian ama kayak lho???boleh kenalan gak????

    Komentar oleh avril | Agustus 2, 2009 | Balas

  3. gw juga mau cari film kayak lho tapi disini susah banget carinya????emang lho tinggal dimana? gw tinggal di palembang…..jd,susah cari film yg tentang lesbi?salam kenal???

    Komentar oleh avril | Agustus 2, 2009 | Balas


Tinggalkan komentar