Rasa Malam ini
Rindu ini datang lagi, selalu menyergapku dalam keheningan dan kesunyian malam yang menemani hari-hariku. Bayangannya selalu menari dalam setiap pikiranku, hingga setiap detik waktu yang berdetak. Wajahnya yang tersenyum manis, wajahnya yang terkadang manyun, tingkah lakunya yang manja, dan egois itu selalu membuat seurat sunggingan senyum pada bibirku. Telingaku seakan berdenging, merindukan celoteh-celotehnya yang renyah. Lagu-lagu pelan kesukaan kami berdua selalu mengiringi larut malamku.
Jantungku selalu berdebar setiap aku merindukannya. Sungguh aku tak bisa melepas bayangmu akan diriku. Entah apa dirimu juga merasakan hal yang sama padaku. Entah dirimu juga merindukanku diseberang sana.
Jarak. Lagi-lagi soal jarak. Yang membuat kami tak bisa saling melepas rasa rindu. Bagi dia jarak bukan masalah, begitu juga dengan diriku. Mungkin bukan jarak dalam arti sebenarnya, tapi jarak dalam arti kiasan.
Aku sangat merindukanmu sayang, bukan hanya malam ini saja. Tapi dalam setiap hembusan nafasku, aku merasakan rasa rinduku padamu. Dan ketika kita akan saling bicara nanti, hanya satu kalimat yang ingin kuucapkan padamu…
I
M
I
S
S
Y
O
U
1 Komentar »
Tinggalkan komentar
-
Arsip
- September 2008 (3)
- Agustus 2008 (3)
- Juli 2008 (2)
- Mei 2008 (2)
- Maret 2008 (1)
- Oktober 2007 (1)
- September 2007 (2)
- Agustus 2007 (7)
- Juli 2007 (4)
- April 2007 (3)
- Maret 2007 (1)
- Februari 2007 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS

hahahaha
no comment