Old Friend
Pfff… aku baru saja menghempaskan badanku pada sebuah sofa, memesan hot choccolate dan calamary fried pada seorang waitress wanita yang bergegas menghampiriku dengan daftar menu. Sejenak setelah waitress itu pergi, aku segera mengambil laptopku dan memulai bermain internet sembari menunggu seorang teman lamaku yang kebetulan sedang berada di Surabaya.
Teman : udah lama?
Aku : juz arrived n checking some emails..
Teman ku itu lalu mengambil duduk di sofa yang berhadapan denganku. Nothing change with her, kecuali perubahan-perubahan penampilan kecil disana sini.
Teman : so.. How’s Bandung?
Aku : hmm.. interesting even I have to go to Hospital *kataku sambil nyengir*
Teman : Met Her?
Aku : Nope, she’s at Lombok. Have some vacation with her frens before. Afterall, aku juga ga janjian untuk ketemuan dia.
Teman : hmm.. ic.. and.. ur feelin now?
Aku : hmff.. I will wait for her.. sampai rasa kesabaran dalam diriku ini habis. Kalau memang sudah “mentok” dan dia belum kasih kepastian. I will leave her.
Teman : what about ur other frens think about it?
Aku : as ussuall.. lebih banyak masukan negatifnya daripada masukan positif.
Teman : and ur respon?
Aku : sempat membuatku down a lil bit, but when I’m thinkin about it again and use my logic think. Aku tidak mau menyerah dulu. Try to be optimist!
Temanku pun tersenyum mendengar perkataanku.
Teman : Long time no see you and you have a big change on you..
Aku : Do I? I dun even realized that. Perubahan apa?
Teman : chocco that I known before is not the same with chocco that I’ve seen rite now.. rite in front of me now. People changes Cho.. Dan perubahan yang terjadi pada dirimu sekarang ini suatu step yang bagus untuk kedewasaanmu. Kamu dulu aku kenal sebagai orang yang sangat tidak sabaran, jarang pernah berpikir pakai logica, dan sangat childish. Well.. pengalaman membuatmu belajar ya..?
Kami pun tertawa bersama dan mencoba menikmati senja dengan pemandangan lalu lintas yang sangat indah. Sudah lama kami berdua tidak pernah berbincang-bincang seperti ini.
Teman : kamu meminta bertemu ini, bukan hanya sekedar ingin berbincang-bincang ala kadarnya kan?
Aku : yep.. I’m goin to jakarta next week. Have some bussiness trip n i’m gonna meet her there.
Teman : good then. Kalian sudah janjian sebelumnya?
Aku : yes we did. But…
Teman : but?
Aku : there is something that I’m scare about.
Teman : What is that?
Aku : I dunno.. listen.. She is a pretty girl from a rich fams, she can do anything and have anything she wants. Dibandingkan denganku.. sepertinya jauh sekali.. mungkin aku merasa minder saja.
Teman : hmmfff.. ga seluruhnya benar.. you always got what you want from ur parents and they can afford it to you. And your face is quite sweet for me. I think everybody here will agree with me.
Aku : yeah but.. masih banyak Butchie better than me and like her.. Why she choose me? Why she like me?
Teman : She havent choose you.. yet..
Aku : ok not choose.. but she give me a hope.
Teman : everyone has rights to have a hope rite? So does you Cho.. do you know why you like her?
Aku : No.. I dont even know why I like her.. I mean.. she is not even my type, too girly, too femme, too preety, childish, spoil girl, younger than me, selfish and, stubborn.
Teman : Yes.. She’s definetly not your type. Thats why I wondering.. why u like her? Why you choose her? Can you answer that?
Aku : I dont know.. I dont even can answer ur question.
Teman : aku hanya membalikkan kata-katamu dan kamu sendiri tak dapat menjawabnya kan? Lalu kenapa kamu harus bertanya-tanya hal yang kamu sendiri tak dapat menjawabnya. Hmfff.. Listen.. Not everything in diz world has da answer by words.. sometime the answer is by the feeling that you feel..
Aku : hmm.. yeah.. your rite.. btw.. why you are rarely give a comment about Sasa on me. I mean.. when I’m so confused with her attitude or anything.
Teman : I want you to get some learn.. To more understanding other people feelin and especially the person that you love so much. Lagipula, aku tak ingin kamu terpengaruh oleh pikiran-pikiranku. Sehingga kamu sendiri ga bisa membuat keputusan untuk dirimu sendiri. Dan so far.. kamu sudah menunjukkan langkah-langkah yang bagus dalam dirimu untuk peka terhadap perasaan orang lain.
Aku : iya.. hubungan ini hubunganku dan sasa… jadi semuanya tergantung bagaimana aku dan sasa nantinya. Bukan orang lain yang menentukan bagaimana hubungan kami.
Teman : well.. You already got the answer then.. anyway jangan merasa minder dengan sasa. Pasti ada suatu alasan dari diri Sasa kenapa dia memilihmu untuk menjadi pasangannya. Padahal masih banyak orang-orang di luar sana yang lebih baik darimu. Dan hanya sasa yang tahu jawabannya bukan aku, coz I’m not Sasa.. Satu pesanku padamu Cho. Jika saat “itu” datang.. Jaga dia baik-baik ya. Meski aku belum pernah bertemu dengannya ataupun mengenalnya. Tapi aku percaya dia tipikal orang yang tidak suka mempermainkan perasaan orang lain. I’ll go first ya..
Aku : Do we’re gonna meet again..?
Teman : I dunno know.. kalau memang kita jodoh.. kita pasti bertemu lagi Cho..
Aku hanya tersenyum mendengarnya berkata seperti itu dan kemudian aku menatap punggungnya yang semakin menjauhi tempat dudukku. Long time we’re not see each other my friend.. but once we met, there is somethings that we’ve learn each other.. see you next time my old frens..
-
Arsip
- September 2008 (3)
- Agustus 2008 (3)
- Juli 2008 (2)
- Mei 2008 (2)
- Maret 2008 (1)
- Oktober 2007 (1)
- September 2007 (2)
- Agustus 2007 (7)
- Juli 2007 (4)
- April 2007 (3)
- Maret 2007 (1)
- Februari 2007 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
