Antara Ego dan Kejujuran
Menikmati hidup, itu yang sedang aku jalani sekarang. Bertemu dengan karakter-karakter yang unik dan aneh dari makhluk Tuhan yang bernama Manusia.
Baru-baru ini aku menemukan karakter manusia yang lebih mementingkan EGO daripada KEJUJURAN dan PERTEMANAN. Menurut beberapa sahabatku, kadang sebuah kejujuran bisa menyebabkan rasa MALU. Sehingga memegang prinsip “apapun yang terjadi, jangan sampai mengaku tentang hal sebenarnya daripada harus menanggung rasa malu”. Pathetic, itu yang bisa aku katakan terhadap orang-orang seperti itu. Tapi harus aku akui, sifat seperti ini adalah sifat yang mewarnai dunia. Kalo dunia isinya orang baik mulu, kita bisa jadi terlena dan akan terasa membosankan. Makanya diciptakanlah orang-orang yang mempunyai seperti itu untuk mewarnai hidup ini. Di saat EGO menang, KEJUJURAN dan KEBERANIAN bukan lagi jadi PRIORITAS (kata si Jo).
Ck.. ck.. ck.. sudah sebegitu bejatnya kah moral manusia sehingga sudah tidak mempunyai hati nurani lagi terhadap sesamanya.
Well tetep hal tersebut bikin gw heran, buat apa mempertahankan kebohongan yang semua orang juga sudah tahu bahwa dirinya berbohong. Aneh kan? Dengan segala penyangkalan-penyangkalannya yang bisa membuatku hanya menghela nafas panjang.
Munafik? Bukankah semua manusia itu munafik? Aku bukan sosok suci yang mengatakan bahwa diriku bukan seorang munafik.
Kadar munafik dia berlebih? Wah jujur saja bukan aku yang berhak menentukan hal tersebut.
Lalu sapa? Tentu saja Tuhan duonk yang bisa menentukan kadar ke- munafikkan setiap makhluk ciptaan-Nya.
Lalu kita? Ya.. menjalaninya dan menikmati segala permainan yang diberikan oleh Sang Pencipta.
Terkadang emosi kita menjadi campur aduk di dalam permainan-Nya, menjadi tidak terima ketika kita merasa terpojokkan atau dipermainkan. Dan dengan membabi buta menyalahkan orang lain. Hal yang lumrah ketika seseorang merasa terpojok maka dia akan memojokkan orang lain yang menjadi musuhnya. Bertubi-tubi mengirimkan pesan-pesan berisi umpatan, caci maki, rasa tidak terima atas akibat dari hal yang dia perbuat. Padahal kalo dipikir memakai LOGIKA, keadaan terpojokkan itu dia sendiri yang membuat.
Contoh kasus:
Ada si A sedang duduk-duduk santai. Kemudian datanglah si B yang tanpa tendeng aling-aling langsung memukul kepala si A tanpa ada aba-aba ba bi bu, alasan yang dikemukakan oleh si B adalah hanya sekedar ingin memukul saja. Kebetulan si A yang ada disana dan jadi korbannya.
Respon si A ::
· pertama, si A langsung emosi dan memukul si B balik, si B ga terima dan akhirnya terjadilah perkelahian. Yang menurutku perkelahian ga penting.
· Kedua, si A menatap B heran dan menanyakan alasannya, dan si B tidak menjawab malah mengumpat, berlagak sok jagoan dan menantang si A balik. Yang kemudian direspon si A dg ditinggal ngeloyor pergi dan menganggap bahwa si B adalah sosok yang gila dan ga waras. Istilah kasarnya yang “waras” ngalah.
Respon mana yang saya ambil jika saya jadi si A? Tentu saja yang kedua, bagi aku pribadi ga perlu adu jotos-jotosan n emosi yang waste energi. Cukup mendatangi orangnya dan menanyakan apa maksudnya. Selesai dia menjawab dengan jujur dan mengaku bahwa dia bersalah. Masalah selesai n kelar deh, case closed!! Tapi kenyataan yang terjadi berbeda deh, bukannya dikasih kejujuran malah diberi penyangkalan dan ketidakjujuran. Udah gitu ngotot lagi. Wadaw.. dasar manusia SUNEH (Suka Aneh) *ngakak*
Habis ngotot tanpa rasa bersalah, orang tersebut (si B) berbalik menyerang emosi si A dengan segala umpatan kemarahannya. Ya kok untungnya si A ga terlalu menanggapi or terpancing emosinya. Malah dia berkata “Anjing menggonggong Khafilah berlalu serta Silent is Gold”.
Ketika seseorang yang sudah jelas-jelas diketahui bersalah tapi terus-terusan berteriak bahwa dirinya tak bersalah, hanya menunjukkan ketidak berdayaannya melawan kebenaran. Sama seperti ketika seseorang berteriak-teriak dirinya menang padahal kenyataannya dia kalah total, hanya menunjukkan kekalahan yang dia alami. Tapi si A tidak terlalu memusingkan pemikiran antara kalah dan menang karena hal itu bukan dirinya yang memutuskan. Tapi Sang Pencipta lah yang berhak memutuskan siapa yang menang dan siapa yang kalah, siapa yang jujur dan tidak. Si A berkata padaku, bahwa yang sedang dia lakukan adalah mengikhlaskan semua dan menerimanya dengan lapang dada. Lagipula si A memaklumi tindakan si B yang terlalu membela pasangannya meski pasangannya telah melakukan kesalahan terhadap si A. Manusia itu jika sudah kena yang namanya Cinta, maka logika pun tidak akan pernah dipakai. Hanya perasaan dan emosi buta yang ada dalam hati dan pikirannya, begitu kata si A sambil tersenyum.
Orang yang berkata bahwa orang lain tidak lebih dewasa dari dirinya, justru menunjukkan bahwa dirinya lah yg kekanak-kanakan dan tidak dewasa. Mungkin satu pertanyaanku untuk orang-orang yang merasa dirinya lebih dewasa ataupun memutuskan bahwa orang lain itu childish n masih perlu belajar lagi soal kedewasaan.
“apakah kalian Tuhan, sehingga kalian berhak memutuskan bahwa orang lain itu dewasa dan tidak? Lebih penting mana, EGO atau KEJUJURAN?”
Aku mungkin bukan orang ya percaya dengan agama, tapi aku adalah orang yang percaya terhadap Tuhan dan adanya Kitab Suci. Puji Tuhan Alhamdullilah, aku dikarunai oleh sahabat-sahabat dekat yang selalu ada ketika aku jatuh dan susah. Selalu bersama saling melindungi antara yang satu dengan yang lain. Memang mencari teman dan musuh itu gampang, tapi mencari sahabat yang ada ketika kita jatuh itu yang susah.
-chocco-
Old Friend
Pfff… aku baru saja menghempaskan badanku pada sebuah sofa, memesan hot choccolate dan calamary fried pada seorang waitress wanita yang bergegas menghampiriku dengan daftar menu. Sejenak setelah waitress itu pergi, aku segera mengambil laptopku dan memulai bermain internet sembari menunggu seorang teman lamaku yang kebetulan sedang berada di Surabaya.
Teman : udah lama?
Aku : juz arrived n checking some emails..
Teman ku itu lalu mengambil duduk di sofa yang berhadapan denganku. Nothing change with her, kecuali perubahan-perubahan penampilan kecil disana sini.
Teman : so.. How’s Bandung?
Aku : hmm.. interesting even I have to go to Hospital *kataku sambil nyengir*
Teman : Met Her?
Aku : Nope, she’s at Lombok. Have some vacation with her frens before. Afterall, aku juga ga janjian untuk ketemuan dia.
Teman : hmm.. ic.. and.. ur feelin now?
Aku : hmff.. I will wait for her.. sampai rasa kesabaran dalam diriku ini habis. Kalau memang sudah “mentok” dan dia belum kasih kepastian. I will leave her.
Teman : what about ur other frens think about it?
Aku : as ussuall.. lebih banyak masukan negatifnya daripada masukan positif.
Teman : and ur respon?
Aku : sempat membuatku down a lil bit, but when I’m thinkin about it again and use my logic think. Aku tidak mau menyerah dulu. Try to be optimist!
Temanku pun tersenyum mendengar perkataanku.
Teman : Long time no see you and you have a big change on you..
Aku : Do I? I dun even realized that. Perubahan apa?
Teman : chocco that I known before is not the same with chocco that I’ve seen rite now.. rite in front of me now. People changes Cho.. Dan perubahan yang terjadi pada dirimu sekarang ini suatu step yang bagus untuk kedewasaanmu. Kamu dulu aku kenal sebagai orang yang sangat tidak sabaran, jarang pernah berpikir pakai logica, dan sangat childish. Well.. pengalaman membuatmu belajar ya..?
Kami pun tertawa bersama dan mencoba menikmati senja dengan pemandangan lalu lintas yang sangat indah. Sudah lama kami berdua tidak pernah berbincang-bincang seperti ini.
Teman : kamu meminta bertemu ini, bukan hanya sekedar ingin berbincang-bincang ala kadarnya kan?
Aku : yep.. I’m goin to jakarta next week. Have some bussiness trip n i’m gonna meet her there.
Teman : good then. Kalian sudah janjian sebelumnya?
Aku : yes we did. But…
Teman : but?
Aku : there is something that I’m scare about.
Teman : What is that?
Aku : I dunno.. listen.. She is a pretty girl from a rich fams, she can do anything and have anything she wants. Dibandingkan denganku.. sepertinya jauh sekali.. mungkin aku merasa minder saja.
Teman : hmmfff.. ga seluruhnya benar.. you always got what you want from ur parents and they can afford it to you. And your face is quite sweet for me. I think everybody here will agree with me.
Aku : yeah but.. masih banyak Butchie better than me and like her.. Why she choose me? Why she like me?
Teman : She havent choose you.. yet..
Aku : ok not choose.. but she give me a hope.
Teman : everyone has rights to have a hope rite? So does you Cho.. do you know why you like her?
Aku : No.. I dont even know why I like her.. I mean.. she is not even my type, too girly, too femme, too preety, childish, spoil girl, younger than me, selfish and, stubborn.
Teman : Yes.. She’s definetly not your type. Thats why I wondering.. why u like her? Why you choose her? Can you answer that?
Aku : I dont know.. I dont even can answer ur question.
Teman : aku hanya membalikkan kata-katamu dan kamu sendiri tak dapat menjawabnya kan? Lalu kenapa kamu harus bertanya-tanya hal yang kamu sendiri tak dapat menjawabnya. Hmfff.. Listen.. Not everything in diz world has da answer by words.. sometime the answer is by the feeling that you feel..
Aku : hmm.. yeah.. your rite.. btw.. why you are rarely give a comment about Sasa on me. I mean.. when I’m so confused with her attitude or anything.
Teman : I want you to get some learn.. To more understanding other people feelin and especially the person that you love so much. Lagipula, aku tak ingin kamu terpengaruh oleh pikiran-pikiranku. Sehingga kamu sendiri ga bisa membuat keputusan untuk dirimu sendiri. Dan so far.. kamu sudah menunjukkan langkah-langkah yang bagus dalam dirimu untuk peka terhadap perasaan orang lain.
Aku : iya.. hubungan ini hubunganku dan sasa… jadi semuanya tergantung bagaimana aku dan sasa nantinya. Bukan orang lain yang menentukan bagaimana hubungan kami.
Teman : well.. You already got the answer then.. anyway jangan merasa minder dengan sasa. Pasti ada suatu alasan dari diri Sasa kenapa dia memilihmu untuk menjadi pasangannya. Padahal masih banyak orang-orang di luar sana yang lebih baik darimu. Dan hanya sasa yang tahu jawabannya bukan aku, coz I’m not Sasa.. Satu pesanku padamu Cho. Jika saat “itu” datang.. Jaga dia baik-baik ya. Meski aku belum pernah bertemu dengannya ataupun mengenalnya. Tapi aku percaya dia tipikal orang yang tidak suka mempermainkan perasaan orang lain. I’ll go first ya..
Aku : Do we’re gonna meet again..?
Teman : I dunno know.. kalau memang kita jodoh.. kita pasti bertemu lagi Cho..
Aku hanya tersenyum mendengarnya berkata seperti itu dan kemudian aku menatap punggungnya yang semakin menjauhi tempat dudukku. Long time we’re not see each other my friend.. but once we met, there is somethings that we’ve learn each other.. see you next time my old frens..
Tragedi beli tiket
Kencan nontonku kali ini bersama Anya adalah menonton The Mummy 3 Tomb of the Dragon. Tadi siang aku di kantor ga sengaja melihat iklan bioskop di koran yang aku baca. Begitu melihat The Mummy udah main di Surabaya, secepatnya aku segera online Messenger untuk mencari Anya *ini komunikasi yang lebih sering kami lakukan selain telepon dan sms*.
Aku : Mom.. The Mummy udah main tuh! Nonton yuk?
Anya : iya ta? Masa?
Aku : makanya check dunk *maksudnya check di www.21cineplex.com*
Anya : check.. check..
Aku : iya aku juga lagi coba buka nih.
Anya : di XXI buka 2 studio Cho.. jam 18.45 ama 19.15. ambil yang jam 7an
Aku : Ok. XXI TP Yak
Anya : ntar kamu jemput aku yo.. kita bawa 1 kendaraan aja.. dan kamu yang beli tiket.. huehehehehe
Aku : Dasar..
Setelah berchit-chat ria dan menentukan jadwal serta bioskop yang akan kami tempati. Aku segera menancap gas untuk membeli tiket. Di dompet aku melihat uangku masih 30rb sekian, cukup untuk biaya tiket 2 orang plus parkir.
Sesampainya di XXI, antrian ga begitu panjang. So aku sih dengan nyantainya mengantri dan mendengarkan music. Begitu sampai di depan meja, aku pun mulai membeli tiket dan mencari tempat duduk. *Kebiasaan aku dan Anya adalah duduk di tengah dan samping jalan pas, karena kita tujuannya untuk menonton, bukan untuk pacaran*
Aku : The Mummy jam 19.15 ya mbak, buat 2 orang.
Kemudian penjual tiket mulai mengatur tempat duduk di layar komputer.
Aku : Cash.
Penjaga Tiket : The Mummy untuk 2 orang, 60ribu mbak.
Gubraaakssss
Aku : Lho.. ga 30rb mbak?
Penjaga Tiket : 60ribu mbak, ini hari Jumat. Per tiketnya 30 ribu.
Aku pun melihat screen harga yang tertera di XXI, seharusnya aku melihat screen itu dari tadi. Ga sibuk lihatin screen thriller movies. Dasar codok deh..
Aku : waduh.. credit aja deh mbak *sambil mengeluarkan kartu*
Penjaga Tiket : aduh mbak.. ga bisa.. ini sudah di printed tiketnya.
Aku : *berpikir* ok.. mbak ini 30ribu, mbak bawa dulu duit sama tiketnya. Saya ke ATM dulu ambil sisanya. Nanti saya kembali.
Aku pun bergegas keluar mencari ATM terdekat. Sembari jalan aku menelpon Anya.
Anya : ha?? 60ribu?? Masa udah naik??!!
Aku : mbuh.. (ga tahu) tadinya mau pake kartu aja coz di dompetku Cuma ada 30ribu. Tapi kata penjaga tiketnya ga bisa coz tiket udah di printed.
Anya : Lho??! Seharusnya kan ga boleh tuh di printed duluan. Kita bayar dulu baru di printed.
Aku : ga tahu deh.. lagian udah terlanjur juga. Nih aku lagi nyari ATM.
Anya : oh iya!! Ini kan hari jumat ya! Makanya tiketnya 30rb.
Aku : lho bukannya itu hari sabtu n minggu aja Mom?
Anya : ngga.. kalo di XXI jumat, sabtu, minggu. Kalo pake paspor BCA buy 1 get 1.
Aku : oh pantes.. dua orang di depanku tadi bayarnya cuma 30ribu. Soalnya aku lihat dia tadi pake kartu BCA. Ya udah lah, ini aku udah di ATM.
Anya : Ok.. bye..
Aku : bye..
Sekembalinya dari ATM, antrian XXI lebih panjang dari sebelumnya. Dari yang awalnya cuma 2 loket, jadi 3 loket. Lagi-lagi aku kembali mengantri, membiasakan diri disiplin mengantri. Dengan penuh kesabaran menanti giliran sambil mendengarkan musik dari ponsel.
Mungkin lain kali biar ga apes, aku harus sering liatin screen harga tiket waktu mengantri. Jadi bisa nentuin cash or credit. Jadikan pengalaman aja kali yaa
Uncontacted
Malam ini aku baru saja menuntaskan salah satu film yang aku dapatkan dari liburan bandung kemarin. Film buatan jepang yang cukup menarik untukku. Dan kemudian aku memutar lagu yang pernah dikirimkan oleh cintaku, judulnya So Special. Kemudian aku membuka-buka kembali chat files antara aku dan cintaku. Chat-chat ringan yang kami lakukan, debat-debat ringan hingga debat-debat berat yang menyebabkan kami bertengkar. Sudah seharian ini dia uncontacted, beberapa hari yang lalu juga pernah kejadian uncontacted ini. Dalam pikiranku, apakah karena dia merasa terganggu dengan mantan pacarnya yang akhir-akhir ini meminta untuk kembali? Atau memang dia tidak ingin dihubungi oleh siapapun? Dan bisa jadi dia berada di suatu tempat yang sinyal operator telepon disana suka naik turun hingga hilang. Ya pikiran-pikiran itu terus berkecamuk dalam otakku.
Sudah beberapa hari ini memang aku mencoba untuk tidak menghubunginya. Bukan karena apa-apa, tapi dia pernah bilang padaku bahwa dia ingin menyendiri berada di suatu tempat yang jauh. Aku menghormati keinginannya itu. Sehingga aku mencoba untuk tidak mengganggunya, baik dengan telepon atau sms seperti yang biasa kami lakukan. Setiap orang punya privacy, begitu juga dengan pasangan kita. Beberapa sahabatku mencoba mengatakan hal yang negatif tentangnya, seperti disana cintaku tak pernah memikirkanku sama sekali ataupun cintaku sedang bersama orang lain, dan lain sebagainya yang jika aku makan mentah-mentah bisa membuat hubunganku dan dia bisa semakin jauh.
Percayakah aku padanya? Aku pun tak tahu kawan. Bagaimanapun semua prasangka itu, aku anggap wajar. Hanya saja aku mencoba untuk memberi kepercayaan kepada cintaku yang sedang menikmati kesendiriannya. Aku mempercayai ceritanya bahwa dia sedang menikmati kesendiriannya dengan teman-temannya semasa SMA. Meski hal itu membuat hubunganku dan dia menjadi uncontacted beberapa kali selama dia menikmati kesendiriannya, asal dia bahagia dengan apa yang dia lakukan maka aku pun merasakan hal yang sama.
Anggap aku bodoh, anggap aku naif. Tapi aku menikmati apa yang aku rasakan ini. Meski terkadang ada rasa-rasa asam dari rasa-rasa manis yang harus aku kulum. Tapi setidaknya aku masih bisa bersyukur dapat merasakan rasa-rasa asam daripada tidak sama sekali.
Rasa Malam ini
Rindu ini datang lagi, selalu menyergapku dalam keheningan dan kesunyian malam yang menemani hari-hariku. Bayangannya selalu menari dalam setiap pikiranku, hingga setiap detik waktu yang berdetak. Wajahnya yang tersenyum manis, wajahnya yang terkadang manyun, tingkah lakunya yang manja, dan egois itu selalu membuat seurat sunggingan senyum pada bibirku. Telingaku seakan berdenging, merindukan celoteh-celotehnya yang renyah. Lagu-lagu pelan kesukaan kami berdua selalu mengiringi larut malamku.
Jantungku selalu berdebar setiap aku merindukannya. Sungguh aku tak bisa melepas bayangmu akan diriku. Entah apa dirimu juga merasakan hal yang sama padaku. Entah dirimu juga merindukanku diseberang sana.
Jarak. Lagi-lagi soal jarak. Yang membuat kami tak bisa saling melepas rasa rindu. Bagi dia jarak bukan masalah, begitu juga dengan diriku. Mungkin bukan jarak dalam arti sebenarnya, tapi jarak dalam arti kiasan.
Aku sangat merindukanmu sayang, bukan hanya malam ini saja. Tapi dalam setiap hembusan nafasku, aku merasakan rasa rinduku padamu. Dan ketika kita akan saling bicara nanti, hanya satu kalimat yang ingin kuucapkan padamu…
I
M
I
S
S
Y
O
U
My Smart Beauty
Sapa namanya?
Kalimat itu yang muncul ketika aku sedang menikmati waktu hang out dengan beberapa sahabatku. Dengan sedikit bercengkerama, bercanda, mengamati manusia yang lalu lalang dan menikmati secangkir kopi.
Sasa
Ya… sosok itu yang menyita perhatianku akhir-akhir ini. Sosok yang orang bilang Unpredictable, katanya sih begitu. Semua serasa out of the blue, suatu obrolan kecil dan ringan memulai semua itu. Bahkan semula aku bersikap acuh tak acuh padanya, terkesan jutek, begitu katanya. Dan aku hanya tersenyum mendengar penilaiannya tentangku.
She is not ur type
Ya.. kata-kata itu beberapa kali mampir padaku ketika beberapa sahabatku mengomentarinya. Memang benar, dia jauh sekali dengan tipe wanita yang aku sukai. Seumuran, egois, manja, mbencekno, bawel, dan segudang hal yang sebenarnya tidak aku cari pada wanita untuk aku jadikan pasangan. Tapi aku pun begitu sulit menguraikan kata-kata pada sahabat-sahabatku mengapa aku tertarik padanya. Seperti ada sesuatu pada dirinya yang membuatku harus memperhatikannya. Dan aku hanya bisa menjawabnya…
She is unique
Beberapa sahabatku pun mulai mengernyitkan alisnya mendengar pengakuanku. Secara fisik dia definetly not ur type Chocco, too femmeh dan lain sebagainya. Well guys.. aku menyukainya bukan karena fisiknya or what, tapi karena ada sesuatu yang unique dalam dirinya.. she just unique..
Dan komitmen kalian…?
Huff.. aku harus menarik nafas dalam-dalam untuk menjawab pertanyaan ini. Dan dengan tersenyum aku menjawab, bahwa aku dan sasa sudah membicarakan hal ini. Betapa aku dan dirinya seringkali berdebat mengenai masalah ini. Dan akhir dari perdebatan kami adalah kami berdua mencoba untuk memperbaiki hubungan ini bersama-sama. Entah apa sebutan hubungan ini bagi kami…
So.. gantung lagi nih…?
Maybe.. I dont know.. I juz try to let it flow..
Mau sampe kapan..? she juz play at you! juz leave her!
Hmm.. entahlah.. aku sendiri ga bisa menentukan… hanya Tuhan yang tahu… lagipula hubungan ini antara diriku dan dirinya.. bukan diantara kalian.. apapun keputusanku adalah berdasarkan apa yang aku rasakan terhadap dirinya…
jadi?
I will wait for her.. till the rest of my feelin is empty…
let it be
“mungkin ga akan pernah habis kata-kata dalam melukiskan perasaan yang namanya cinta”
pagi ini aku memulai hari ku dengan bangun pagi dan membuat secangkir kopi hangat, dicampur dengan cream.. aku pun memulai dunia mayaku dengan email dan membaca beberapa blog.. sambil menunggu jam kuliah yang 4 jam lagi masih baru dimulai..
Cinta yang dia berikan memang berbeda meski secara logika itu adalah hal yang semu..
Tapi aku tak pernah merasa bahwa apa yang dia berikan adalah hal yang semu.. mungkin baru sekali ini aku merasakan cinta yang sesungguhnya.. cinta dari seseorang yang benar mencintaiku apa adanya..
Gee..
apa yang bisa aku katakan padamu adalah rasa terima kasih atas semua yang sudah kamu berikan padaku..
semua kenangan yang sudah kamu berikan akan selalu ada dalam diriku..
aku tak pernah menyesal dengan semua yang sudah kita lalui..
aku senang bahwa dirimu baik-baik saja..
aku senang bahwa dirimu masih tetap menyimpan cintamu untukku
aku senang bahwa diriku bisa membuatmu menjadi lebih baik dari sebelumnya..
kamu mengatakan bahwa semuanya tidak sama lagi dengan yang dulu.. seperti waktu kita bersama..
kehampaan yang kamu rasakan ketika kita tidak lagi bersama.. aku pun juga merasakan..
kamu merasa kehilangan.. aku pun merasa kehilangan.. tapi tidak ada yang berani melangkah maju untuk mengubah semua ini..
aku masih mengingat masa-masa dimana kamu mengatakan penyesalanmu.. permintaan maafmu… kesendirianmu.. rasa tangismu..
aku mengerti sayang… aku sangat mengertinya..
meski sekarang kita tak lagi bersama.. meski sekarang kita hanya mampu menyimpan perasaan kita masing-masing ini.. tapi aku sudah cukup senang dengan semua itu..
have faith ya sayang.. jalani kehidupanmu seperti biasanya.. seperti waktu kita masih bersama.. aku disini masih tetap mendoakan yang terbaik untukmu.. itu kata-kata terakhir yang aku ucapkan padamu..
let it be.. let it all be with the wind.. let it all our past be the past..
our future.. will be our future..
Gee : if u miss me.. i miss u more Hon..!!
Me : if u miss me.. i miss u more than u thought..!!
Gee adalah Gee.. sosok manusia biasa yang tak pernah luput dari kesalahan..
dan yang patut aku syukuri.. Gee adalah seseorang yang tak pernah lupa untuk mengakui kesalahannya dan mempunyai kemauan untuk berubah menjadi diri sendiri yang lebih baik dari sebelumnya..
Semua itu akan dilaluinya dengan pengorbanan yang dia lakukan….
JAKARTA… THE CITY THAT I HATE TO LIVE.. THE PLACE WHERE MY LOVE IS LIVE..
Jam 9 tepat di pagi hari pesawatku mendarat di Bandar udara Soekarno-Hatta. Hari ini hari sabtu, hari yang seharusnya aku habiskan bersama keluarga (meski kenyataannya aku lebih sering menghabiskan waktuku di dalam kamar daripada bercengkerama bersama orang tua). Tapi untuk weekend ini aku menghabiskan waktuku di Jakarta, urusan kantor, begitulah yang aku ucapkan ketika mamaku menelpon menanyakan kenapa aku tidak pulang minggu ini setelah minggu kemarin aku juga tidak pulang karena urusan kampus.
Dari bandara aku bersama 2 orang teman kantorku langsung menuju bus bandara jurusan Gambir dikarenakan hotel tempat acara kantor tersebut berada di daerah thamrin. Dari Gambir kita naik taxi menuju hotel tersebut. Selama perjalanan di bus aku begitu menikmati pemandangan yang terlihat di luar. Pemandangan yg cukup familiar denganku jika aku menginjak kota ini meski aku tidak tinggal kota ini. Kemacetan, tata rumah yang semrawut, kebersihan yang ga pernah bisa bersih-bersih, dan lain sebagainya yg merupakan ciri khas Jakarta. Sesekali dalam pikiranku terlintas wajah Gee, jika saat itu tidak pernah terjadi. Mungkin dia akan senang jika tahu bahwa aku berada di Jakarta. Bagaimana keadaanmu sekarang Sayang? Bagaimana reaksimu ketika tahu bahwa aku sekarang berada di kota tempat dirimu tinggal? Kota yang selalu membuat kamu kesal karena macet sehingga kamu suka menyuruh sopirmu untuk menyetir ketika kamu sudah capek dg kemacetan. Aku tetap disini Sayang.. merindukanmu.. dan tak sabar ingin mendatangi tempat-tempat kesukaanmu, tempat dimana kita sering menghabiskan waktu bersama, kantormu, jalan-jalan protokol yg sering kamu lewati, cafe itu, mall itu, toko buku Aksara, dan tempat kita pernah mendengarkan pertunjukkan musik di Goethehaus.
Sepanjang perjalanan menuju hotel dan menikmati pemandangan di luar, aku juga asyik mendengar lagu-lagu kesukaan kita berdua. Lagu-lagu yg pernah aku kirimkan padamu dan lagu-lagu yg pernah km kirimkan padaku di Hp. Hmm.. aku memang benar-benar merindukanmu ya…? aku sangat merindukanmu Sayang…
Malam hari sesudah acara kantor salah satu teman dekatku yg berdomisili di Jakarta mengajak pergi clubbing. Tawaran yang bisa saja aku tolak, tapi berkali-kali dia meng-iming-iming aku dengan mengatakan bahwa club yg satu ini sedang memutar lagu-lagu RnB. Harus aku akui tawaran temanku yang satu itu bisa membuat diriku tergiur, karena club di Surabaya hampir tidak ada yg memutar lagu-lagu RnB dan di Jakarta sangat jarang ada club yg memutar lagu-lagu RnB, satu hal lagi RnB adalah salah satu my fave music dr sekian aliran musik yg aku suka. Akhirnya aku pun berangkat ketika kakak angkatku yang berdomisili di Jakarta juga menjemputku di hotel. Setidaknya dia bisa menjadi navigator selama aku pergi-pergi di Jakarta hehehehe
Dan kamu tahu sayang… view yang ditawarkan oleh clubbing itu benar-benar membuatku kagum. Terletak di lantai atas sendiri di salah satu gedung di kuningan dan dengan dinding-dinding kaca transparan sehingga kita bisa melihat pemandangan gedung-gedung di daerah kuningan pada malam hari… what a great view sayang!! Dan tetap dalam pikiranku selalu terlintas dirimu dan lagi-lagi rasa rindu itu datang menyapa padaku… huff… I wish I can show U.. but I cant…
Ketika pesawat itu membawaku terbang kembali ke Surabaya, dari jendela pesawat aku menatap lagi kota Jakarta di malam hari itu. Dan aku pun meneteskan air mata ketika rasa rindu ini kembali datang menyapaku. Jakarta memang kota yang aku benci sayang… kota yang tidak ingin aku stay suatu saat nanti. Tapi di kota ini juga kamu tinggal. Di kota ini juga aku menyimpan banyak kenangan tentangmu. Mungkin jika aku harus tinggal di Jakarta… aku hanya ingin tinggal bersamamu… hanya denganmu… My Baby Gee…
I love you… and always will…
Her name is NoY
her..
namanya Noy.. itu nama yg biasa dia gunakan di dunia maya. gw kenal dia lewat dunia maya pada tahun 2004. awalnya hanya perkenalan biasa, sebagai teman. gw hanya tahu dia dari teman gw sampe akhirnya gw sama dia berkenalan dan tukar nomor. kita smsan dan telpon walo jarang-jarang. ya bisa dibilang hanya sekedar basa-basi saja antara gw dan dia. bertahun-tahun kemudian, setelah sekian lama lost contact. gw bersua lagi dengan sosok noy dan sangat intens. akhirnya kita menjadi dekat.. dekat.. dan sangat dekat sekali alias jadian hehehehe
250107 —-> hari jadi gw ma dia.
sosok dia yang 12 tahun lebih tua dari ku, menjadikannya dia sosok yang ideal buatku. apa kurangnya dia coba? HoT… SexY (meski ga seseksi beyonce).. mature.. childish.. great kisser.. agressive.. blasteran manado-belanda.. tipe cewek metropolis gitu deh.
gw dan noy berhubungan secara long distance. banyak memang omongan yang tidak menyenangkan tentang dirinya, such as : player, tukang tarik ulur, suka selingkuh, bla bla bla. gw awalnya hanya menyaring saja semua omongan tentang dirinya. selama tidak ada bukti ya gw ga bisa komen apa-apa kan??
sampe akhirnya kebenaran itu datang dengan sendirinya, salah satu temen gw bilang kalo noy sebenarnya sudah jadian dengan anak jkt selama 1 tahun. gw shock! but petunjuk itu masih abu-abu buat gw.
one day… gw iseng isi-isi bulletin board FS (friendster), ada salah satu my frens di FS pasang pic noy di primary and said that is her GirlFriend or GF or pacar. wah gw SHOCK pastinya, dan akhirnya explore seluruhnya dan I already know da truth..
akhirnya gw sms noy.. dan mengatakan bahwa gw sudah tahu kenyataan sebenarnya, bahwa gw cuma dia jadiin pacar ke sekiannya, gw sakit hati dan gw bilang thx buat segalanya selama 5 bulan dia habiskan waktunya bersama gw. trus gw bilang ke noy, gw ga bakal ngomong ke gfnya tentang apa yang terjadi antara gw dan noy. cukup simpan untuk noy dan gw saja. besoknya gw liat FS gf pacarnya itu lagi dan menemukan pic noy sudah hilang n ga ada di FS anak itu. beberapa hari kemudian, gw liat status FS gf si noy itu sudah berubah single. hmmfffff…. actually gw sebenarnya kasihan sama gfnya itu, dunno what happen lah. dan gw juga ga mau merusak hubungan orang, so better I keep silent. meski diam ga selamanya emas…
proses ini memang membuat gw sakit hati banget, shock, bla bla bla… but one thing yang berubah. i’m not feel hate her… gw justru semakin sayang ma noy, dan lebih bisa menerima sisi negatif yang ada pada dirinya. perasaan sayang gw tidak menggebu seperti sebelumnya, rasa sayang ini.. berubah menjadi lembut.. pasrah dan menerima diri noy apa adanya..
honestly noy… proses ini benar-benar membuatku selangkah lebih maju dan akhirnya bisa merasakan apa artinya rasa sayang yang tulus. entah ini merupakan keberuntunganmu ato bukan… tapi aku menyayangimu tulus.. ga ada harapan di dalamnya.. hanya perasaan “sayang” dan kebahagiaan jika aku bisa melihat senyumanmu…
I Miss You My.. Mymi..
and I Love You even you are cheated on me…
its okay babe…
You can run into my arms
It’s okay don’t be alarmed
Come into me
There’s no distance in between our love
So go on and say my name some more
I’ll be all you need and more
Luv U.. My…
ada apa dengan terong goreng?
topik kita kali ini adalah terong. ada apa dengan terong? well selama ini gw ga suka banget sama yang namanya terong ini. karena pas dicoba dibikin sayur *sayur apaan gw juga lupa, pokokna sayur yg ada kuahnya* ga enak banget rasanya. karena itu gw anti pati ma nih sayur. dan ketika gw menginjakkan kaki gw di surabaya ini, di sekitar rumah gw banyak banget warung-warung tempe penyet dan segala macamnya. itu warung pada jualin, tempe, tahu, ayam, ikan panggang, ikan pe, ikan tengiri, telur ceplok/dadar, plus terong yang dipotong memanjang and di goreng. trus dikasih lalapan plus sambal terasi *sedap bukan? mak nyusss* awalnya gw ga minat banget nyoba menu yang ada terong gorengnya itu. hingga someday gw lagi kumat isengnya, jadi gw nyobain itu terong goreng. dan ternyata sodara-sodara!!! terong goreng itu enak bangettt dimakan sama sambel lalapan terasi plus lauk-lauk lainnya!!!! dan sekarang tiap di warung tempe penyet gw selalu pesen ikan panggang plus terong goreng 2 biji!!! wekekekeke
segitu saja info saya tentang kesukaan saya dengan terong goreng hehehehe
peace all ^_^
-chocco-
-
Arsip
- September 2008 (3)
- Agustus 2008 (3)
- Juli 2008 (2)
- Mei 2008 (2)
- Maret 2008 (1)
- Oktober 2007 (1)
- September 2007 (2)
- Agustus 2007 (7)
- Juli 2007 (4)
- April 2007 (3)
- Maret 2007 (1)
- Februari 2007 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS

